Sabtu, 4 April 2026

kejahatan perang


Agresi AS Terbaru: 20 Warga Sipil Mati Syahid, 8 Luka-luka

"Sedihnya, 2 anak mati syahid dan 3 lainnya cedera yang mengancam jiwa ketika musuh menggempur daerah perumahan dengan senjata berat di distrik Chamkani, provinsi Paktia tenggara." kata laporan tersebut.

putra dirgantara 2019-07-10
agresi as

Ilustrasi demonstrasi anti-kejahatan perang.

GARDA NASIONAL, JAKARTA - Gelombang agresi AS terbaru telah memakan korban warga sipil yang menjadi syuhada di tengah kebiadaban aksi terorisme AS terhadap rakyat Afghanistan. Gelombang agresi tersebut telah menambah panjang daftar kebiadaban penjajah AS beserta pasukan bonekanya yang sangat biadab melakukan pembunuhan brutal berdarah dingin terhadap warga sipil Afghanistan.



Mengutip dari alemarah, penjajah AS beserta pasukan bonekanya telah melakukan serangkaian aksi terorisme terbaru yang tidak berperikemanusiaan sehingga menyebabkan syahidnya 20 warga sipil yang tidak berdosa. Dikatakan dalam laporan tersebut bahwa kebanyakan korban kebiadaban agresor AS tersebut adalah anak-anak dan perempuan yang gugur dalam aksi pengeboman daerah pemukiman dan penggeledahan rumah-rumah di berbagai daerah oleh teroris AS tersebut.



Rincian laporan menyebutkan bahwa dalam sebuah insiden yang tidak menguntungkan, 5 penduduk desa yang tidak bersalah menjadi syuhada dan beberapa kendaraan dan sepeda motor dibakar di tengah agresi malam 24 jam oleh musuh bersama di distrik Chak di provinsi Wardak.



"Sedihnya, 2 anak mati syahid dan 3 lainnya cedera yang mengancam jiwa ketika musuh menggempur daerah perumahan dengan senjata berat di distrik Chamkani, provinsi Paktia tenggara." kata laporan tersebut.



Agresi yang dilakukan teroris AS dan pasukan bonekanya telah mengungkap kisah-kisah tragis dan mengerikan di mana para penjajah beserta pasukan bonekanya tersebut menyasar rumah Ismael, seorang petani di distrik Pol-i-Khomri provinsi Baghlan tadi malam. Serangan tersebut menyebabkan istrinya, 2 anak perempuan dan 4 anak laki-laki mati syahid sementara Ismael sendiri dikatakan berada dalam kondisi kritis.



Menurut laporan tersebut, peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah drone teroris AS mengebom kompleks Hajji Nadir di distrik tersebut di mana 2 dari istrinya mati syahid dalam serangan drone, sedangkan 5 anak-anaknya dipindahkan ke rumah sakit dalam kondisi kritis dan dikatakan sedang koma.



Laporan itu juga menyebutkan bahwa teroris AS dan pasukan boneka mereka membunuh 4 warga sipil di tengah penggerebekan satu-satunya klinik yang tersisa di sebuah desa di distrik Chak, provinsi Wardak tadi malam.



Menurut perincian, mereka yang mati syahid dalam aksi teror AS tersebut termasuk seorang dokter, Mohammad Yaseen, penanggung jawab klinik, seorang pelayan, dan seorang petugas paten. Laporan itu juga mengabarkan bahwa kebiadaban mereka tidak berhenti sampai di situ, tetapi terus berlanjut dengan membakar obat-obatan di klinik tersebut. Selain itu, seorang ahli bedah spesialis juga dilaporkan hilang menurut laporan tersebut.



(pdlabs)



Leave a Comment




berita dunia islam terbaru